=>>SELAMAT DATANG DI "Sw@nA's Blogz"<<=
Sw@n@'s Blogs
Blog ini bertujuan untuk menambah pegetahuan pembaca berdasarkan publikasi-publukasi tugas kampus yang telah saya kerjakan
Senin, 27 Oktober 2014
Selasa, 21 Oktober 2014
Sejarah Berdirinya Pasraman Dewi Saraswati Desa Rawamangun
Pasraman dewi saraswati merupakan salah satu dari
banyaknya pasraman yang terletak diKabupaten Luwu Utara,Sulawesi Selatan
tepatnya di Desa Rawamangun Kecamatan Sukamaju.Awal mula dibentuknya pasraman ini yaitupada tangal 09 Juni 2007, pelopor pembentukan
pasraman ini adalah bapak I Made Sudhana,S.Ag yang pada saat itu menjabat
sebagai PHDI Desa Rawamangun. Dulunya
pasraman ini hanyalah sebagai sarana/tempat
berkumpulnya siswa siswi hindu
yang berada di desa rawamangun guna mendapatkan pencerahan Agama Hindu yang
lebih mendalam serta
digunakan sebagai media
komunikasi antar siswa siswi hindu didalam maupun diluar desa rawamangun. Karena menurut pandangan masyarakat hindu
didesa Rawamangun
sangatlah kurang ilmu agama yang didapatkan anak mereka jika hanya mengandalkan
pembelajaran Agama disekolah yang hanya diberikan waktu 2 jam saja dalam seminggu dan akhirnya
mulai diadakan rapat-rapat banjar untuk membahas pembentukan Pasraman sehingga
didapatlah keputusan untuk membuat suatu wadah pelajar hindu untuk lebih dalam
mempelajari ajaran Agama yaitu Pasraman dengan ketua pertama yang terpilih
yaitu Bapak I Made Sucita A.Ma.
Pasraman
Dewi Saraswati awalnya tidak memiliki tempat yang khusus untuk menempatkan para pelajar
hindu dalam menuntut ilmu,sehingga digunakan Balai Banjar Sidikarya Desa
Rawamangun untuk tempat dilaksanakannya kegiatan Belajar Mengajar. Pada saat itu balai banjar desa Rawamangun yang digunakan sebagai tempat
belajar mengajar situasi dan kondisinya sangatlah memprihatinkan. Ruangan yang digunakan tidak memiliki
dinding penutup sehingga jika dipagi hari terkadang pelajar ada yang
kepanasan,serta tidak adanya sarana seperti bangku dan meja untuk belajar. Tetapi semua siswa siswi belajar dengan
cara duduk dilantai
atau Lesehan. Tapi
meski situasi dan keadaan yang sangat memprihatikan seperti itu siswa siswi pasraman yang berperan aktif dalam
proses belajar mengajar tidak hanya siswi-siswi hindu yang berada didalam
lingkup desa Rawamangun
yang belajar dipasraman ini namun ada pula siswa siswi Hindu dari luar desa
yang ikut dalam proses belajar mengajar di Pasraman ini yaitu siswa siswi hindu
dari Desa Subur,Mulyorejo,dan Paomacang.Desa
ini letaknya lumayan jauh dari desa Rawamangun
tapi tidak menyurutkan semangat dalam belajar menggali lebih jauh ajaran Dharma
tersebut.
Nama
Pasraman Dewi
Saraswati sendiri merupakan nama usulan dari bapak PHDI Desa Rawamangun pada
saat itu yang diusulkan ke Bapak Pembibing Masyarakat Hindu(Pembimas Hindu)
Sulawesi Selatan yaitu bapak Simon Kendek Paranta,alasan pemberian nama
tersebut karena Dewi Saraswati merupakan sumber dari segala ilmu pengetahuan
atau Dewi Penguasaa Ilmu pengetahuan yang memiliki wajah cantik
rupawan,sehingga jika dikaitkan dengan nama Pasraman Dewi Saraswati,diharapkan siswa siswi hindu akan selalu tertarik dalam
mempelajari Ilmu Pengetahuan di
Pasraman
Dewi Saraswati seperti halnya seseorang yang selalu tertarik dengan seseorang
yang memiliki wajah cantik serta rupawan itulah harapan beliau dalam pemberian
nama Pasraman Dewi
Saraswati dan disetujui nama resmi pasraman di desa Rawamangun tersebut.
Seiring
berjalannya waktu pasraman ini mulai mendapat
perhatian lebih dari pemerintah hal itu dikarenakan perjuangan pengurus
pasraman beserta dukungan penuh dari masyarakat untuk membuat sebuah proposal permohonan bantuan
dana pertama ke Pemerinta Profinsi(PHDI Profinsi dan Pembimas). Sehingga
pada
tahun 2008 pemerintah menyumbangkan bangku dan meja untuk digunakan dalam
proses belajar mengajar yang jumlahnya sebanyak 40 pasangdan
pada tahun
2009 pada saat akan diselenggarakannya PemiluMajelis
Tertinggi PHDI Sulawesi Selatan dan Pembimbing
Masyarakat Hindu (Pembimas) atau lebih dikenal dengan sebutan Kepala Bidang
Bimas Hindu Sulawesi Selatan Menyumbangkan Dana Sebesar Rp.60.000.000 untuk
pembangunan Gedung Pasraman. Dari
sinilah lokasi pasramanyang awalnya terletak di
Balai Banjar Desa Rawamangun kini berpindah lokasi diPura Puseh desa
Merta Jaya Desa Rawamangun tujuan pemindahan lokasi yaitu agar tingkat
spritualitas siswa siswi pasraman lebih tinggi karena lokasi Gedung Pasraman berdekatan
dengan Pura. Begitulah sejarah singkat dari perjalanan pasraman
dewi saraswati
Sabtu, 15 Maret 2014
Identitas
Nasional
Kata “identitas” berasal dari kata
“identity” yang berarti ciri-ciri, tanda-tanda atau jati diri yang melekat pada
seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan orang lain, contohnya bendera
dan lagu kebangsaan setiap negara akan berbeda dengan negara lain. Sedangkan
dalam terminologi antropologi kata “identitas” diartikan sebagai sifat khas
yang menerangkan dan sesuai dengan kasadaran diri sendiri, golongan, kelompok,
komunitas atau negara lain.
Kata “nasional” bearti identitas
yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh
kesamaan-kesamaan, baik fisik seperti budaya, agama dan bahsa maupun non fisik
seperti keinginan, cita-cita dan tujuan.
Oleh karena itu identitas nasional
dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya adalah manifestasi nilai-nilai budaya
yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu bangsa dengan ciri-ciri
khasnya dan dengan ciri khas tersebutlah suatu bangsa akan berbeda dengan
bangsa lain. Sehingga dengan demikian, maka identitas nasional akan melahirkan
tindakan kelompok yang disebut atribut nasional.
Pengertian lain dari Identitas
nasional adalah suatu ciri khas yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara
filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain.(http://rhizzhkudo.blogspot.com/2013/05/pengertian-identitas-nasional.html
Diunduh Tanggal 5 oktober 2013 11.41 Wita)
Langganan:
Komentar (Atom)