Selasa, 21 Oktober 2014

Sejarah Berdirinya Pasraman Dewi Saraswati Desa Rawamangun



          Pasraman dewi saraswati merupakan salah satu dari banyaknya pasraman yang terletak diKabupaten Luwu Utara,Sulawesi Selatan tepatnya di Desa Rawamangun Kecamatan Sukamaju.Awal mula dibentuknya pasraman ini yaitupada tangal 09 Juni 2007, pelopor pembentukan pasraman ini adalah bapak I Made Sudhana,S.Ag yang pada saat itu menjabat sebagai PHDI Desa Rawamangun. Dulunya pasraman ini hanyalah sebagai sarana/tempat  berkumpulnya  siswa siswi hindu yang berada di desa rawamangun guna mendapatkan pencerahan Agama Hindu yang lebih mendalam serta digunakan sebagai media komunikasi antar siswa siswi hindu didalam maupun diluar desa rawamangun. Karena menurut pandangan masyarakat hindu didesa Rawamangun sangatlah kurang ilmu agama yang didapatkan anak mereka jika hanya mengandalkan pembelajaran Agama disekolah yang hanya diberikan waktu 2 jam saja dalam seminggu dan akhirnya mulai diadakan rapat-rapat banjar untuk membahas pembentukan Pasraman sehingga didapatlah keputusan untuk membuat suatu wadah pelajar hindu untuk lebih dalam mempelajari ajaran Agama yaitu Pasraman dengan ketua pertama yang terpilih yaitu Bapak I Made Sucita A.Ma.
            Pasraman Dewi Saraswati awalnya tidak memiliki tempat yang khusus untuk menempatkan para pelajar hindu dalam menuntut ilmu,sehingga digunakan Balai Banjar Sidikarya Desa Rawamangun untuk tempat dilaksanakannya kegiatan Belajar Mengajar. Pada saat itu balai banjar desa Rawamangun yang digunakan sebagai tempat belajar mengajar situasi dan kondisinya sangatlah memprihatinkan. Ruangan yang digunakan tidak memiliki dinding penutup sehingga jika dipagi hari terkadang pelajar ada yang kepanasan,serta tidak adanya sarana seperti bangku dan meja untuk belajar. Tetapi semua siswa siswi belajar dengan cara duduk dilantai atau Lesehan. Tapi meski situasi dan keadaan yang sangat memprihatikan seperti itu siswa siswi pasraman yang berperan aktif dalam proses belajar mengajar tidak hanya siswi-siswi hindu yang berada didalam lingkup desa Rawamangun yang belajar dipasraman ini namun ada pula siswa siswi Hindu dari luar desa yang ikut dalam proses belajar mengajar di Pasraman ini yaitu siswa siswi hindu dari Desa Subur,Mulyorejo,dan Paomacang.Desa ini letaknya lumayan jauh dari desa Rawamangun tapi tidak menyurutkan semangat dalam belajar menggali lebih jauh ajaran Dharma tersebut.
            Nama Pasraman Dewi Saraswati sendiri merupakan nama usulan dari bapak PHDI Desa Rawamangun pada saat itu yang diusulkan ke Bapak Pembibing Masyarakat Hindu(Pembimas Hindu) Sulawesi Selatan yaitu bapak Simon Kendek Paranta,alasan pemberian nama tersebut karena Dewi Saraswati merupakan sumber dari segala ilmu pengetahuan atau Dewi Penguasaa Ilmu pengetahuan yang memiliki wajah cantik rupawan,sehingga jika dikaitkan dengan nama Pasraman Dewi Saraswati,diharapkan siswa siswi hindu akan selalu tertarik dalam mempelajari Ilmu Pengetahuan di Pasraman Dewi Saraswati seperti halnya seseorang yang selalu tertarik dengan seseorang yang memiliki wajah cantik serta rupawan itulah harapan beliau dalam pemberian nama Pasraman Dewi Saraswati dan disetujui nama resmi pasraman di desa Rawamangun tersebut.
               Seiring berjalannya waktu  pasraman ini mulai mendapat perhatian lebih dari pemerintah hal itu dikarenakan perjuangan pengurus pasraman beserta dukungan penuh dari masyarakat untuk  membuat sebuah proposal permohonan bantuan dana pertama ke Pemerinta Profinsi(PHDI Profinsi dan Pembimas). Sehingga pada tahun 2008 pemerintah menyumbangkan bangku dan meja untuk digunakan dalam proses belajar mengajar yang jumlahnya sebanyak 40 pasangdan pada tahun 2009 pada saat akan diselenggarakannya PemiluMajelis Tertinggi PHDI Sulawesi Selatan dan Pembimbing Masyarakat Hindu (Pembimas) atau lebih dikenal dengan sebutan Kepala Bidang Bimas Hindu Sulawesi Selatan Menyumbangkan Dana Sebesar Rp.60.000.000 untuk pembangunan Gedung Pasraman. Dari sinilah lokasi pasramanyang awalnya terletak di Balai Banjar Desa Rawamangun kini berpindah lokasi diPura Puseh desa Merta Jaya Desa Rawamangun tujuan pemindahan lokasi yaitu agar tingkat spritualitas siswa siswi pasraman lebih tinggi karena lokasi Gedung Pasraman berdekatan dengan Pura. Begitulah sejarah singkat dari perjalanan pasraman dewi saraswati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar